Tadi malam [tadi pagi tepatnya], sebelum tidur, saya memperhatikan kebiasaan saya di dorm. Ini adalah hal-hal yang paling sering saya lakukan sebelum tidur: memperhatikan siapa yang masih online di messenger list, sign out messenger, ke kamar mandi, mematikan laptop, mematikan switch stop kontak di bawah meja, mematikan lampu meja.
Tidak ada yang istimewa. Tapi jujur, saya senang dengan kebiasaan saya mematikan peralatan elektronik sebelum tidur. Kenapa? Karena meski cuma sedikit, saya berhemat listrik.
Sebenarnya itu sudah kebiasaan di rumah, untuk mematikan segala peralatan elektronik bila tidak digunakan. Ayah dan ibu di rumah seringkali menegur saya, karena saya ini memang pada dasarnya kalau sudah tidak peduli, jadi pelupa. Misalnya, saya suka nonton DVD [Conan the series terutama], dan ketika saya capek menonton, ingin tidur, tapi masih ingin melanjutkan untuk menonton, saya sering tidak mematikan televisi dan dvd player-nya secara total, alias hanya menekan tombol stop pada remote. Dan inilah yang dikatakan ayah dan ibu,”Mbok ya kalo dvd-ne ra ditonton tivi karo player-e dipateni to ndhuk, eman-eman listrike.” Yang kalau diterjemahkan kira-kira: kalau dvd-nya tidak ditonton, televisi dan playernya dimatikan ya nak, daripada listriknya terbuang percuma.
Begitulah. Di rumah, segala peralatan elektronik yang tidak dipakai selalu dimatikan. Di saat tidur, lampu yang menyala hanya lampu di luar rumah. Terakhir saya pulang, dengan kebiasaan online dan online, ayah dan ibu juga berkomentar,”Nek ora dinggo ki dipateni to ya.”, yang intinya menegur saya untuk mematikan semua peralatan listrik jika tidak dipakai.
Ketika mengamati daftar messenger saya tadi malam, saya memperhatikan satu pola yang sama [terutama untuk sesama teman di sini, di NTUST, atau juga teman-teman yang berada di luar negeri dan sekolah]. Tidur atau pergi pun tidak mematikan messenger, dan artinya tidak mematikan laptop/komputer. Jelas-jelas di statusnya ditulis tidur, take a rest, pergi. Jelas-jelas idle for 5 hours, 10 hours. Tidakkah kita sempat mematikannya jika tidak dipakai? Ada saatnya saya lupa mematikan laptop atau komputer, tapi tidak sampai segitunya tidur pun tetap dinyalakan. Due to the matter of what? self-pride?
Come on. Wake up, friends. We live in the world with limited energy resources. Let us start with something simple.
Yuk, sama-sama hemat listrik
what they said...