You need to create a monster in order to dethrone a queen.
[Chuck Bass]
Archive for May 10th, 2009
Quote of the Day
Mencari Keheningan
Tidak banyak yang tahu bahwa nama lengkapku adalah Conradosia Hening Marlistya Citraningrum. Panjang? Ya. Orang tuaku memberi nama yang panjang pada kedua anak perempuan mereka [aku dan adikku]. Tentu saja bukan tanpa arti. Conradosia adalah nama baptisku [karena aku adalah seorang Katolik], nama yang bagiku terdengar asing. Mungkin itu adalah representasi feminis dari St. Conrad, seorang bangsawan yang mendermakan warisannya untuk kepentingan gereja dan orang miskin [read more]. Marlistya, gabungan nama ayah dan ibuku, Mar- dari nama ayahku [Robertus Mariyo], dan -tya [dari nama ibuku, Theresia Setyowati], serta satu suku kata -lis- di tengah, yang dalam bahasa Jawa artinya lurus. Orang tuaku menginginkan aku menjadi seorang anak yang sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Citraningrum artinya sederhana, kesan yang baik. Nama yang sedikit ‘berat’.
Lalu apa artinya Hening? Banyak yang mengatakan.’ Nggak cocok ya nama dan kelakuannya’. [Hahahaha, begitulah, aku mengakui]. Tapi makna dari namaku bukan bahwa orangtuaku mengharapkan aku menjadi anak yang pendiam. Sama sekali lain. Ayahku adalah seorang yang sangat ‘wise‘ dalam bahasa Inggrisnya, bijaksana dalam bahasa Indonesia,meski aku merasa kata itu tidak cukup merepresentasikan dirinya. Prinsip hidupnya sangat sederhana, berbuat baiklah. Hanya itu. Dan Ayah menjalani hidupnya dengan sederhana. Tidak pernah neko-neko. Ketika pertama kali aku bertanya apa arti namaku, Ayah mengatakan,’Namamu itu dalam artinya.’
Lihatlah ke dalam dirimu sendiri. Itu adalah maksud Ayah menamai aku dengan Hening. Dunia terlalu ramai, dan orang menjadi terlalu fokus dengan dunia luarnya, tanpa lagi meluangkan waktu untuk menengok dirinya sendiri. Melihat jauh ke dalam hati, merenungi kehidupan, baik yang sudah, sedang, atau akan terjadi. Apakah kamu pernah meluangkan waktu sendirian 10 menit saja, tidak tidur, tidak mendengarkan musik, tidak melihat televisi, hanya sekedar duduk dan mengenali pikiranmu sendiri? Bila kamu menyadari itu, kamu akan menemukan bahwa keheningan dan kesendirian itu menakutkan. Orang menjadi takut menghabiskan waktu hanya dengan dirinya sendiri. Bahkan di lift. Mungkin kita hanya menghabiskan waktu 30 detik, tapi toh orang memasang televisi di dalam lift. Karena ketakutan akan kesendirian.
Ayah selalu mengatakan, saat sedang bimbang dan galau, habiskan waktu dengan dirimu sendiri, agar kamu melihat jelas apa yang bisa kamu lakukan. Tidak dengan tidur, tidak dengan melarikan diri ke luar, tidak dengan melakukan hal-hal yang sifatnya manyangkut material. Duduklah di taman, lihatlah dirimu sendiri, lihatlah pikiranmu, dengarkanlah hatimu. Buatlah keheninganmu sendiri. Dengan begitu kamu bisa mendengarkan dirimu sendiri, dan lebih peka mendengarkan suara dunia yang tidak pernah kamu tahu sebelumnya. Di saat kamu sudah bisa menemukan keheninganmu dalam kesendirian, kamu akan belajar mencari keheningan walaupun saat kamu berada dalam keramaian. Tidak lagi dengan menyendiri.
Lihatlah betapa tidak mudahnya mencari keheningan. Bukan sekedar hening ketika tidak ada keramaian. Bukan sekedar diam saat mengheningkan cipta. Dan Ayah memanifestasikan harapannya padaku, supaya aku bisa menjadi seseorang yang peka, peka terhadap diriku sendiri, peka terhadap dunia sekitarku, yang terlihat maupun tak terlihat.
Dan aku, sudahkah aku menemukan keheningan? Bagaimana denganmu?
Dan percayalah, saat berdoa yang sungguh-sungguh akan membuatmu merasakan kasih Tuhan, adalah dalam keheninganmu.
C. Hening Marlistya Citraningrum











what they said...