Archive for January, 2009

30
Jan
09

Taipei Manhattan dan Xiangshan

Past, Present, and the Future-Taipei. Rabu (28/1), Professor J.C. Liu, yang sering kami panggil prof atau laoshi,  mengundang kami, mahasiswa di labnya, untuk makan siang bersama di kediamannya. Lab kami, memiliki 9 mahasiswa: Nash, William, Barry, Ariel (keempatnya dari Taiwan), Liana,Ervin, Devarly, Pak Wawan, dan saya, ditambah dengan satu dosen dari Indonesia yang mengadakan penelitian sementara, Bu Ellina. Berhubung di antara kami semua tidak ada yang berpengalaman pergi sendiri ke rumah prof, makan prof dengan penuh pengertian akan menjemput kami di kampus pukul 10.30 tepat.

Pukul 10.20, prof sudah datang dengan mobil Toyota Vios putihnya. Yang akan berangkat dari kampus adalah saya, Liana, Ervin, Devarly, dan Bu Ellina, sedangkan Pak Wawan dan keluarganya (Pak Wawan tinggal dengan keluarganya di apartemen, bukan di asrama sekolah) akan dijemput kemudian. Jadilah kami berangkat berlima (berenam dengan prof) menuju ke rumahnya di dekat Taipei City Hospital (saya juga kurang tahu jalan apa — dekat dengan Xiangshan). Teman-teman yang lain berangkat sendiri dengan kendaraan masing-masing (minus Barry yang pulang ke kota asalnya di dekat Taichung). Apartemen tempat tinggal prof ternyata bagus dan rapi. Penataannya minimalis, dengan sudut-sudut yang menarik dan nyaman. Istri prof, namanya Yi Hua, menyambut di rumah. Orangnya cantik dan tegas. Prof mengajak kami melihat-lihat isi rumahnya sejenak, memperlihatkan ruang-ruang tertata rapi yang membuat saya iri, koleksi-koleksi suvenir pemberian murid atau koleganya, dan ini yang tidak saya sangka, di salah satu meja terletak setumpuk komik yang familiar sekali untuk saya, Death Note. Saya mengira putra tunggal prof yang membacanya, tapi ternyata prof yang membaca komik itu. Well….out of my expectation prof. Bravo. Beliau mengatakan, “Yes, I read some comics, I read that Death Note, still volume one, though. I also have comics on wine. Japanese comics sure are good and unpredictable.” Sayang komiknya dalam tulisan Mandarin (kalau Inggris saya pasti meminjamnya). Setelah beberapa saat prof kemudian berangkat lagi untuk menjemput Pak Wawan dan keluarga.

Area empat tinggal prof memiliki sebutan tidak resmi Taipei Manhattan, karena di sekitar area inilah banyak terdapat apartemen-apartemen mahal, toko-toko branded, kawasan bisnis, dan tentunya Taipei 101. Saya sempat bertanya pada salah satu teman lab yang tinggal di Taipei, tinggal di area tersebut memang memakan biaya yang bisa dibilang sangat mahal, tidak heran bila dibandingkan dengan kawasan Manhattan asli di New York.

dsc_92711Makan siangnya dalah pizza, berhubung di antara kami ada yang vegetarian dan ada yang muslim. Kami juga disuguhi dengan teh lotus (mungkin bukan nama yang tepat, teh adalah teh, dan lotus adalah lotus, whatever). Setelah makan siang dan berbincang-bincang, prof mengajak kami hiking sbeentar di bukit belakang rumahnya, Xiangshan, atau dalam bahasa Inggrisnya, Elephant Mountain. Bukit ini merupakan satu di antara empat rangkaian bukit yang dikenal dengan nama Si Shou Shan (Four Beasts Mountain). Bukit ini memang dikhususkan pemerintah Taipei untuk menjadi kawasan reservasi alam dan tempat hiking. Elephant Mountain dilengkapi dengan tangga untuk mendaki ke atas dan beberapa perhentian untuk beristirahat atau ke kamar mandi. Perlu sekitar 20 menit untuk sampai ke puncak bukit, dan melihat pemandangan kota Taipei. Landmark Taipei, Taipei 101, terlihat jelas sekali dari puncak Xiangshan ini. Tidak heran, menurut prof, banyak pemburu video dan foto yang datang ke bukit ini untuk merekam dan mengambil gambar pesta kembang api Taipei 1o1 di saat pergantian tahun.

Setelah itu kami kembali ke rumah prof dengan jalan yang berbeda. Nyaman sekali Xiangshan ini, dan spot ini yang membuat Taipei berbeda dibanding dengan capital city lain. Taipei dikelilingi dengan perbukitan yang masih asri dan hijau, dirawat dengan baik, dan sangat bersih. Indonesia perlu mencontoh Taipei, dengan manajemen pengelolaan alamnya yang bagus. Tidak hanya berlomba-lomba membangun gedung pencakar langit, namun juga berperan aktif melestarikan lingkungan sekitar.

Acara kami di rumah prof berakhir sekitar pukul 15.00, dan kami pulang naik bus. Nice experience, and I will go to Xiangshan again, for sure!

Cuit melaporkan dari Taipei.

29
Jan
09

Yuhuuuu,,,,,

Oke semuanya, lama bangeeeeeeettt ya cuit nggak nulis hehe. Rada males sih.

Ada cerita apa aja? Mmmm,,,,,,lumayan banyak sebenernya, tapi satu2 dulu kali ya.

1. Akhirnya ujian selesai, dan thanks God, cuit lulus semuanya dengan nilai lumayan *gitu deh. Seneeeeeng bgt deh. Maklum, rada2 parno dulu melihat situasi dan kondisi ujian salah satu eh salah dua mata kuliah yang gitu deh *gitu deh terus. Pokoknya senaaaaang,,,,,

2. Diundang makan di rumah prof.

3. Mendengar alasan “aku harus menyelamatkan dunia” dari seseorang yg ga mau diajak pergi jalan-jalan*kekekekekeke.

4. Mendengarkan “juajian” terbaru tentang “koko hen kuei” *kita tulis menurut pengucapannnya saja, dan topi siao he *jangan ketawa dulu ye hihihihi.

5. Membaca sms mami “ya ntar beli aja, sekalian kamu pake kalo nikahan” *gubrak. Apakah aku sudah cukup usia untuk menikaahh??? Tidaaaakk…….

Oke semuanya, stay tuned.

11
Jan
09

Dan Brown’s Angels and Demon: The Movie

Beberapa minggu lalu cuit baca di internet ttg rencana rilis film kedua yg diangkat dari novel bestseller Dan Brown, Angels and Demons. Berhubung cuit penggemar novelnya, apakah cuit nggak sabar dan penasaran pengen liat filmnya segera? Jawabannya: NGGAK.picture1

Loh, kenapa?

Honestly, the first movie [The Da Vinci Code] was a mess. Mengecewakan. Cuit inget waktu film itu mulai diputar di bioskop2 di Surabaya, cuit dengan sepenuh hati dan rasa penasaran nonton film itu SENDIRI [saking nggak sabarnya nunggu yg lain]. Novelnya yg disajikan dengan sangat mengesankan dan menimbulkan kontroversi itu divisualisasikan dengan biasa-biasa aja. Sampe cuit lupa gimana detail filmnya [saking nggak berkesannya].

Pertama, plotnya sama persis dengan yg ada di novel. Oh well, cuit mengharapkan ada sedikit improvement, sedikit adegan2 baru, tapi plotnya tetep plek sama dengan novel. Malah ada bagian yg dikurangi [cryptex yg harusnya 2 hanya diperlihatkan satu --> masalah durasi].

Kedua, pemainnya kurang meninggalkan kesan. Oke lah aktor sekelas Tom Hanks memerankan Robert Langdon, hanya saja itu sedikit nggak sesuai dengan deskripsi Brown ttg Langdon [menurut cuit ya]. Langdon dalam film terkesan kurang smart [padahal dia profesor simbologi]. Neveu, yg dimainkan oleh Audrey Tautou, juga kelihatan ‘kurang pintar’, despite bahwa dia adalah ahli kriptografi.

Yah, emang film pertamanya mengecewakan. Setelah nonton, cuit nggak berasa impressed, atau gimana, nggak seperti waktu nonton LOTR [bukunya membosankan, tapi filmnya AMAZING!!]. Memang merupakan tantangan tersendiri untuk memfilmkan sebuah novel, apalagi jika itu bestseller [termasuk Harry Potter, yg buat cuit masih tetep lebih oke baca novelnya].

See ya,

[cuit --> yg sedang tenggelam dalam ujiannya T_T]

09
Jan
09

apa ya

Oke, apa kabar semuanya???

Tadi chatting sama J si potograper itu, katanya blog cuit kok ga ada lucu2nya lagi. Sibuk mulu. Ya iya laahhh, mo ujian gini, masa cuit mau tulis rumus TP di sini? Ato kata2 seperti ’streamlines cannot cross each other because bla bla bla dan bla’. Ampuuunnn…..eniwei nggak semua kejadian yg cuit alami tu lucu kali.

Ngomong2 soal kejadian lucu, sebenernya ada. Udah agak lama sih. Cuit mau telp moni [biasa, malem2 gitu], posisi udah di bed, selimutan rapet, megang hp. Telp. Cuit telp sekali, ga diangkat. Dua kali, nggak diangkat. Mulai jengkel deh. Mood jadi nggak enak.

Telp ketiga kali, baru diangkat. Dengan galak [dan dengan niat mau marahin si moni], cuit nanya,’tadi kemana aja?? kok ga diangkat sih??’. Si moni dengan kalem menjawab, ‘ke kamar si X, bantuin dia.’ Cuit bales dengan ketus,’bantuin apaan??’. Masi dengan kalemnya, moni berkata,’itu beib, si X kan lagi bersihin kuping pake cotton bud, eh bisa2nya kapas yg ada di ujung cotton budnya itu copot dan ktinggalan di telinga [huahahahaha], jadi aku bantuin dia ngeluarin kapas itu.’ Asli, cuit langsung ngakak ga karu-karuan, ga jadi marah2 sm moni [huahahahaha].

Sibuk ujian, jadi harap maklum kalo banyak kosongnya nih. Mau nulis jadi males. Mau belajar juga males [loh??]. Mau makan ikut males [masa sih???]. Tidur aja yg ga males [hehehe].

See ya semuanya.

04
Jan
09

Pesta Unit

Saat sedang bosen belajar kinetic dan surface [hehe], cuit iseng2 mengingat jaman2 SMA dulu. Dan salah satu yg cuit inget adalah pesta unit.

Di asrama SMA dulu, tiap anak tinggal dalam unit tertentu, di ASPI [ASrama PutrI], ada 9 unit: Caecilia, Lucia, Maria Goretti, Perpetua dan Felisitas, Agnes, Theresia, Monika, Clara, dan Elizabeth. Ketika santa pelindung unit itu dirayakan pesta namanya [ada dalam kalender liturgi], unit itu akan mengadakan pesta unit untuk merayakannya. Tidak harus tepat pada tanggalnya, karena harus mencari waktu yg luang [dimana jam studi bisa dihilangkan hehe --> biasanya minggu].

Pesta unit memiliki kesan tersendiri. Pada hari pesta nama santa pelindung unit, biasanya anak2 seunit mengenakan atribut khas [apapun, bisa dasi, jepit, whatever] untuk menunjukkan bahwa santa pelindung unit mereka sedang dirayakan pesta namanya. Dan sebisa mungkin mencolok [hehe].

Konsep pesta unitnya tergantung pada kesepakatan unit itu. Ruang yg digunakan adalah kapel ASPI [kapel kecil berkarpet  tp nyaman dan hangat], jadi kapel itu akan dihias, kemudian unit yg sedang berpesta akan menampilkan acara [biasanya peragaan kisah hidup santa yg dirayakan]. Pesta unit ini juga ajang kreativitas untuk menghias kapel, membuat suvenir, dan mengemas acara pesta sedemikian rupa sehingga menarik. Oh ya, biasanya ada dresscode tertentu untuk pesta unit [jadi makin seru]. Duh kangeeennn…….

Kalo unit ASPA [ASrama PutrA] gimana? Mmmm…unit di ASPA dinamai dengan nama pulau [Kalimantan, Jawa dll], jadi kasian sekali mereka tidak bisa mengadakan pesta unit [hohoho].

Sekarang sm2 tinggal di asrama, tp cuit kangen ASPI,,,,,,kangen dengan bel bangun paginya yg keras bgt itu [setengah lima!!!], kangen dengan menu makanannya yg mudah ditebak [hehehe], kangen dengan misa kampus [yg kreatif bgt dan rame], kangen dengan doa malam, rosary prayer, completorium [hihihihi holy bgt ya], kangen semuaaaa,,,,,,,

Duh, kapan ya bisa ke VL lagi,,,,

01
Jan
09

kabar buruk

1194984460841975050handphone_2_toh_yen_chen_01svgthumbOke. Hari ini adalah hari yang ‘gitu deh’. Melelahkan [hati dan mata :D ]. Listriknya mati-idup mati-idup. Nyebelin [tapi sekarang udah oke --> sipp].

Gara2 beradu sms [istilah aslinya adalah beradu mulut] ga karuan dengan moni haniku itu, kemudian sms mama, barulah cuit menyadari, pulsa cuit udah menunjukkan tanda2 kritis. Oke. *131*4#. Hape berbunyi, sms diterima, dan….’Sisa pulsa anda adalah sebesar $4.12′. What???? Tidaaakkkk……buru2 sms bungkus [kali ini tidak pake inisial2 --> ini sial? hihihi]. Dan OMG,’maaf stock abisss…’ Oh noo…..cuit [yang lagi chatting sm moni] buru2 bilang:

cuit: han, ada kabar buruk

moni: eh, kenapa? kamu mau pup? [apa coba asosiasi kabar buruk dengan pup --> si moni itu suka bercanda :D ]

cuit: pulsaku tinggal 4 NT

moni: yaahhh, nggak isa sms dong…

cuit: ho oh, maap ya beib

moni: kalo gitu jangan invi [hehehe akhir2 ini selalu invi mode on LOL]

cuit: sip

moni: kalo kamu off berarti bubuk ya.

cuit: berarti minta ditelp [hihihi --> curang bgt]

moni: gt?

cuit: kalo mau hemat telpnya bentar aja

moni: 1 menit

cuit: 10 menit han [mekso banget hohohoho]

dst dst [yg ga perlu diteruskan untuk ditulis LOL].

Bener2 sial di hari pertama 2009 [sigh].

01
Jan
09

Aku, hari ini.

Aku tidur dengan perasaan gundah tadi pagi.

Tangisan itu belum benar-benar berhenti sampai sekarang.

Yang kulakukan hanyalah memeluk bantal kucing kesayanganku, dan menangis.

Akankah aku bisa memaafkan?

I do not easily forget, and thus, do not easily forgive.

Tapi siapa aku sehingga aku ingin menghakimi?

Aku tidak berhak menghakimi.

Mungkin aku sudah lupa rasanya tersakiti karena terlena dengan kenyamanan.

Dan inilah cara Tuhan mengingatkan aku.

Haruskah aku bangga, atau bersedih?

Semuanya terlihat sama.

Orang tidak peduli dengan apa yang ada di dalam.

‘Look at this, Mother. She’s smiling. Is she happy? She looks happy. So, what does it matter?’

There’s a time when you will say, ‘I love you so much, but I love me more.’

Aku masih mencintai.




Me in Words

Welcome to my blog. As you may or may not know, I have just started to write this blog around a year ago. I merely think that my writings are value-free, but do not hesitate to judge, though.
I am currently a PhD student in Taiwan. Studying chemical engineering, minor in environmental engineering. Love it :)

Leave a comment, or just send me an email at marlistya_citraningrum@yahoo.com

they visited me...

  • 6,974 hits
free counters

i’ve written about….posts

counting the days…

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

what a wonderful world!!

grad day-cuit and nash

nash and liana

liana

bunch of flowers for liana, nash, and william

liana and cuit

full team :)

whose hand is this???

go cheers!!

ganpei :D

no taxi, waiting for bus :)

More Photos

Globe Tracker