Archive for August, 2008

30
Aug
08

Chaos-order Theory (summarized from several sources)

1. Introduction to Chaos

What exactly is chaos? The word chaos is sometimes taken to mean the opposite of cosmos, in that the later term has connotations of order. The dictionary definition of chaos is complete disorder or confusion, turmoil, turbulence, primordial abyss, and undesired randomness. The other definitions are: an order without periodicity, reply acts in a simple deterministic system, a qualitative study about instable no periodic act in a deterministic nonlinear dynamic system. Ian Stewart defined that chaos is a simple model ability, which does not obtain disarranged particles, to produces a very irregular and random act. There are many definitions of chaos, but put simply, it is the idea that is possible to get completely random results from normal equations. Chaos also covers the reverse: finding the order in what appears to be completely random data.

2. Early Chaos

When was chaos first discovered? The word chaos might have first appeared by Hesiod, a Greece, in his poetry, Theogeny (700 B.C), in part I: “At the beginning there was chaos, nothing but void, formless matter, infinite space”. Later in Milton’s Paradise Lost: “In the beginning, how the heaven and earth rose out of chaos”. Both Shakespeare (Othello) and Henry Miller (Black Spring) refer to chaos. Ilya Prigogine showed that complex structures could come from simpler ones. This is like order coming from chaos. Henry Adams previously described this with his quote; “Chaos often breeds life, when order breeds habit”. Henri Poincare, who discovered the planet Neptune, was really the “Father of Chaos (Theory)”, however. The planet Neptune was discovered in 1846 and had been predicted from the observation of deviation in Uranus’ orbit.

During the 1960’s, Edward Lorenz, a meteorologist at MIT (Massachusetts Institute of Technology) was working on a project to simulate weather patterns on a computer. He had a computer set up, with a set of twelve equations to model the weather. It did not predict the weather itself. However, this computer programme did theoretically predict what the weather might be. One day, he wanted to se a particular sequence again. To save time, he started in the middle of the sequence, instead of the beginning. He entered the number off his printout and left to let it run. When he came back, the sequence had evolved differently. Instead of the same pattern as before, it diverged from the pattern, ending up wildly from the original. Eventually he figured out what happened. The computer stored the number to six decimal in its memory. To save paper, he only had print out three decimal places. In the original sequence, the number was .506127 and he had only typed the first three digits, .506. By all conventional ideas of the time, it should have worked. He should have gotten a sequence very close to the original one. A scientist considers himself lucky if he can get measurements with accuracy to three decimal places. Surely the fourth and fifth, impossible to measure using reasonable methods, cannot have a huge effect on the outcome of the experiment. Lorenz proved this idea wrong.

This effect came to be known as the butterfly effect. The amount of difference in the starting points of the two curves is so small that is comparable to a butterfly flapping its wings. The flapping of single butterfly’s wing today produces a tiny change in the state of the atmosphere. Over a period of time, what the atmosphere actually does diverges from what it would have done. So, in a month’s time, a tornado that would have done devastated the Indonesian coast does not happened. Or maybe that was not going to happen, does. This phenomenon, common to chaos theory, is also known as sensitive dependence on initial conditions. Just a small change in the initial conditions can drastically change the long-term behavior of a system

3. Chaos Theory

Chaos theory describes complex motion and the dynamics of sensitive systems. Chaotic systems are mathematically deterministic but nearly impossible to predict. Chaos is more evident in long-term systems than in short-systems. Behavior in chaotic systems is a periodic, meaning that no variable describing the state of the system undergoes a regular repetition of values. A chaotic system can actually evolve in a way that appears to be smooth and ordered, however. Chaos refers to the issue of whether or not it is possible to make accurate long-term predictions of any system if the initial conditions are known to an accurate degree.

 

(this essay summarized from several sources. I wrote it about 5 years ago, and I miss the sources’ list. I’ll find it asap)

30
Aug
08

Improved Adsorption Capacity of Commercially Available Activated Carbon Norit ROW 0.8 Supra with Thermal Treatment for Phenol Removal

JOURNAL OF ENVIRONMENTAL PROTECTION SCIENCE (2007), Vol. 1, pp. 62 – 74.
Improved Adsorption Capacity of Commercially Available Activated Carbon Norit ROW 0.8 Supra with Thermal Treatment for Phenol Removal

Marlistya Citraningrum, Gunawan, Nani Indraswati, Suryadi Ismadji*
Department of Chemical Engineering, Widya Mandala Surabaya Catholic University
Kalijudan 37, Surabaya 60114, Indonesia
__________________________________________________________________________________
Abstract
In this study, NORIT granular activated carbon was modified by thermal treatment in order to increase the adsorption capacity of activated carbon. The treatment was done under nitrogen flow at various temperatures, and caused the amount of surface basic groups of the carbon increased significantly. Boehm titration, FTIR, pH DRIFT, N2 adsorption isotherm, DFT, SEM, and XRD were used to characterize the activated carbons. The adsorption capacity was studied by phenol adsorption in different pH of solutions. It was found that the higher the treatment temperature is, the more basic the surface of activated carbon becomes, and the more phenol is absorbed. The adsorption is generally better at pH solution above the pHpzc. The Langmuir, Freundlich, and Dubinin-Raduskevich isotherm models were used to describe the equilibria data, and the Dubinin-Raduskevich isotherm model agrees with the experimental data well.
Keywords: Activated carbon, surface chemistry, thermal treatment, phenol.
JEPS (2007), Vol. 1, pp. 62 – 74.

read more

30
Aug
08

Patah Hati?

“Dunia semakin tidak ramah padaku.”

Bagaimana dengan sikapmu pada dunia?

“Banyak hal yang mustahil.”

Tergantung bagaimana kamu melihatnya.

“Kenapa aku tidak bisa bahagia dengan diriku sekarang?”

Karena kamu memilih untuk tidak bahagia.

“Kamu sombong.”

Memang. Aku tidak memungkiri itu.

“Aku patah hati.”

Mungkin setiap orang pernah merasakannya. Tidak ada yang istimewa dengan patah hatimu.

“Why can you be so rude?”

Please, no offense. It depends on how you see me. Frankly, if you treat yourself gently, the world will treat you offensively.

“Kamu terlihat tidak peduli dengan orang lain.”

Itu hak kamu untuk menilai. Aku tidak membantahnya.

“Kamu lupa dengan siapa kamu berbicara.”

Tidak ada bedanya.

“Lalu mau kamu apa?”

Aku tidak berniat memberitahumu.

“Kamu dendam pada seseorang.”

Memang. Tapi itu bukan masalahmu.

“Biarkan dia bahagia.”

Memangnya aku melakukan sesuatu yang buruk padanya? Bicaramu semakin tidak karuan.

“Bukankah kamu juga tidak jujur pada dirimu sendiri?”

Kamu pikir kamu siapa sehingga kamu bisa bicara seperti itu? Jangan terlalu banyak menduga-duga.

“Yang mana?”

Semuanya.

“Aku hanya mencoba bersikap sopan.”

Tidak ada gunanya. Hentikan.

30
Aug
08

–nothing–

Seorang teman pernah bertanya,

“Apakah ketika kita mencintai seseorang, dan dia sudah memiliki cinta yang lain, kita berhak untuk tetap berharap?”

Cinta tidak ada hubungannya dengan keterbatasan untuk memiliki. Rasa egois dari kemanusiaan kitalah yang membatasi, bahwa cinta, jika tidak memiliki, tidak akan bisa menjadi indah.

Persepsi banyak orang mengenai hal ini sudah menjadi stigma yang tidak akan pernah bisa dengan mudah diubah. Sebagian orang mungkin sudah mengubahnya, tapi masih melimpah yang belum bisa menerima.

“Lalu bagaimana?”

Bukankah itu sebuah pilihan? Dan pembenaran akan sebuah pilihan adalah sesuatu yang sangat subjektif. Tidak ada kemutlakan dalam dunia. Tidak juga ada kesempurnaan.

“Apakah dengan diam-diam menjalin hubungan dengannya di balik kekasihnya bisa dibenarkan?”

Tidak ada pembenaran yang mutlak. Semua itu adalah pilihan yang tidak bisa ditentukan dengan pendapat orang lain. Jika di sana ada banyak kebimbangan, merenunglah. Keheningan adalah sesuatu yang mahal. Dan dalam keheningan kamu bisa mendengarkan suaramu sendiri.

“Bukankah cinta tidak pernah salah?”

Siapa yang menyalahkan cinta? Aku tidak menyalahkan siapa-siapa.

“Kamu berkata seakan-akan kamu orang yang paling bijaksana.”

Aku hanya mengatakan apa yang ingin aku katakan. Perspektif pribadi. Terima kasih jika mau mendengarkan. Terima kasih juga bila tidak.

“Dia menginginkanku menjadi kekasih resminya.”

Ingat, jika dia mengkhianati kekasihnya dengan menjalin hubungan diam-diam denganmu, bukan mustahil dia melakukan hal yang sama padamu.

“Kamu skeptis.”

Terserah katamulah.

“Lalu komitmen itu apa?”

Ketika kamu menemukan seseorang dengan karakter ‘lebih’ dibanding kekasihmu, tapi kamu tidak memilihnya dan tetap setia dengan kekasihmu yang ‘biasa’ saja, itulah komitmen.

“Aku mudah jatuh cinta. Jangan salahkan aku.”

Kamu hanya terlena. Suasana memang begitu, dia suka memanjakanmu. Tapi kenyataan memusuhinya.

“Maksud kamu?”

Stay on your objectives. As long as the reality has no objections, you can go thru.

30
Aug
08

Mind Your Own Bussiness

I started to get mad when reading a comment on someone’s profile on Friendster. I just cannot get it in my mind, how can someone really having a prejudice on me. I never judge anyone when I have no idea on how really he/she is. You cannot criticize someone you do not know in person.

Where is the right of making any bad thoughts of someone who is really never connected to your life?

When you only know me from someone else’s story, even the person does not know me personally.

It is true that you need to believe your friends, but is that true that every prejudice your friends make is a right one?

I never try to harm any people in this world, just as I never want to be hurt. I make my own path of life.

I have fallen into the darkest side of my world, and I have climbed up.

What is it like to be cheated by the one you love?

And what is it like to be a mistress?

Love made a print in every place it stays.

Just like wet cement.

The longer it stays, the harder for it to leave.

And the print stays for sure. For a long time.

I can do anything worse.

Believe me, I know the person better than you.

27
Aug
08

Kejarlah Ilmu sampai ke Negeri Cina (ke Surabaya dulu ding hihihi)

Itu adalah pepatah yang sering dikatakan orang tua atau orang-orang bijak yang menasehati anak-anak muda agar rajin belajar.  So kenapa cuit menulis tentang ini? Karena sebentar lagi cuit akan ‘mengejar ilmu’ sampai ke negeri Cina (sebenarnya ke Taiwan, yang masih meragukan, masuk Cina atau tidak hehe).

Emmm…..mungkin sudah banyak kali yah yang menulis tentang masalah mencari beasiswa, tapi nggak ada salahnya juga cuit ikut menulis pengalaman pribadi, sekedar berbagi informasi (bila ada yang perlu), ngabari teman-teman (yang belum tahu cuit bentar lagi mau ke tw, plus sedikit pamer hihihi)

Jujur saja, cuit adalah orang yang nyantai banget dalam menentukan pilihan. TIdak mau repot. Waktu masih SMA dulu (di vanlith), pas ada yang namanya Rekoleksi Panggilan (yang waktu itu tujuannya supaya siswa-siswi vanlith bisa menentukan mau kemana setelah lulus SMA), cuit pengen kuliah di jurusan mikrobiologi (dulu suka biologi, dan melihat nilai sains yang lain ga bagus2 bgt hehe). Jadilah pas disuruh ngisi di kertas gitu, cuit dengan pedenya nulis pengen kuliah jurusan mikrobiologi.

 Eh beberapa minggu kemudian, ada Carreer Day di vanlith, dimana banyak univ-univ buka stand gitu. Waktu itu ada perwakilan dari WM, Surabaya. Berawal dari iseng-iseng, cuit berkeliling ke semua stand, lihat-lihat dan ngambil suvenir (hohoho). Sewaktu tau WM mengadakan tes masuk bulan februari, tiada angin tiada hujan cuit tiba-tiba daftar, untuk masuk jurusan Teknik Kimia (dengan pilihan kedua jurusan Teknologi Pangan). Dan anehnya lagi, cuit bertekad nggak akan daftar ke univ lain lagi, nggak ikut SPMB (waktu itu istilahnya kan gitu); kalo beneran ketrima di WM. Lah…cuit ketrima di jurusan Teknik Kimia (padahal nggak ngerti teknik kimia tu gimana hehe nilai kimia aja pas-pasan).

Selanjutnya, cuit pun dengan mulusnya kuliah di Surabaya, kota nun jauh dari rumah, dan belum pernah cuit kunjungi, apalagi tinggali. Pertama kali serasa alien. Kuliah berjalan lancar (dengan usaha keras yang membuat berat badan cuit nggak pernah lebih dari 45 kg hahaha kurus abis…) dan akhirnya lulus bulan Desember 2007, trus diwisuda bulan Mei 2008.

(kok jadi cerita ttg cuit, mana bagian nyari beasiswanya????)

Hidup di antara kalangan akademisi dengan pendidikan tinggi sedikit banyak mempengaruhi cuit juga buat punya titel banyak (oh ini nyari titel apa ilmu yak? hihi). Alasan sebenarnya sih, pengen ke luar negeri. Tapi ya nggak mungkin dengan alasan itu aja cuit memutuskan untuk nyari-nyari kesempatan studi lanjut ke luar negeri. Selain karena terkagum-kagum dengan dosen cuit yang ’super’ (Yth. Ir. Suryadi Ismadji, MT, PhD — mengenai dosen yang luar biasa ini nanti cuit tulis tersendiri deh), cuit juga pengen tahu lebih banyak tentang aplikasi teknik kimia yang ternyata luar biasa.

Jadilah waktu pertengahan tahun 2007, cuit mulai searching2 dan googling2 tentang beasiswa ke luar negeri. Ternyata sulit juga, sampai akhirnya awal tahun 2008, ada visitasi dari NTUST, Taiwan untuk recruitment mahasiswa baru tahun ajaran 2008/2009. Setelah interview singkat, cuit termasuk salah satu dari 8 orang mahasiswa WM yang diterima untuk studi lanjut ke NTUST. Oh well, sebenarnya proses penerimaan itu sama sekali tidak sulit (kok sombong??? hihi). At least karena jurusan Teknik Kimia WM punya MoU dengan NTUST, jadi profesor2 di sana pun percaya dengan kualitas mahasiswa dari WM (terlebih karena Pak Sur yang sudah menjadi penghubung yang sangat baik sekali).

Anyway, untuk melamar beasiswa tanpa ada koneksi pun sebenarnya nggak terlalu sulit. Jarang ada tes macem2, yang paling sering diminta adalah bukti hasil belajar di univ yang memuaskan (cum laude lah..), bukti kemampuan berkomunikasi dalam bahasa sana (Inggris misalnya), GRE (kadang2 saja diminta), referensi dari dosen (kalau bisa yang kenal dengan pihak sananya), dan yang bisa lebih memuluskan jalan mendapat beasiswa adalah publikasi di jurnal internasional (Pak Sur seringkali menekankan hal ini, terima kasih Pak).

Sebelum diterima di NTUST, cuit juga sempat mengirim lamaran untuk aplikasi PhD ke UQ, Australia. Waktu itu nggak dibales-bales. Syaratnya seperti biasa, trus ditambah IELTS minimal 6,5.

Trus cuit dan 3 teman lain juga sempat ikut tes terbatas untuk masuk School of Civil and Env Eng (Postgrad) NTU, Singapore. Waktu itu tesnya di Sheraton, Sby. Ada tes tertulis (susaaahhh bgt, tentang fluid mech dan env eng), trus English proficiency (menulis essay), dan wawancara. Pihak NTU dalam pemberitahuan resminya mensyaratkan juga GRE, namun bagi yang sudah mengikuti tes seperti cuit dan teman-teman, GRE tidak diperlukan (syukurlah….pernah nyoba tes GRE di internet dan hasilnya jelek hahaha).

Beberapa minggu kemudian cuit mendapat email dari NTU, yang intinya tersedia tempat di sana untuk Spring 2009 (Januari). NTU juga mensyaratkan research proposal untuk bisa masuk ke sana (karena cuit melamar di Graduate Programme by research). Cuit sempet bimbang juga, mau ke NTU atau ke NTUST? (nggak beda jauh ya namanya hehe). Setelah bertanya-tanya kesana kemari (kok ‘kesana kemari’ istilah populernya, bukan ’kesana kesini’?), akhirnya cuit memutuskan untuk ke NTUST (karena banyak teman :p).

Nah pas lagi sibuk ngurus tetek bengek bwt ke Taiwan, eh ada email dari UQ kalo ada ‘jatah’ di tim penelitian salah satu prof yang dulu cuit lamar gitu. Belum penerimaan resmi sih, tapi intinya kalo masi mau lanjut ya cuit konfirm aja itu. Kesempatan ini akhirnya cuit tolak deh hehe, mau gimana.

Yah akhirnya cuit mau berangkat ke Taiwan, udah selesai smua tinggal berangkat….mohon doanya (plus uang saku kalo ada hihihi).

 

OK, C U soon, again.

27
Aug
08

Makan Cumi Crispy di Galaxy Mall

Cuit baru beberapa bulan punya pacar baru J, dan tempat jalan-jalan berdua yang paling sering kami kunjungi adalah Galaxy Mall (GM). Tempatnya cukup dekat dari kos, mall-nya cukup besar, bersih (terutama toiletnya. Masa iya toilet kering di Surabaya Plaza/Delta lantainya becek smua gitu, mana antri plus bayar lagi; kalo di GM gratis) dan ada bioskop 21 yang nyaman (enak deh pokoknya, beda sama 21 nya TP atau Delta).

Biasanya kami berangkat dari kos jam setengah sebelas, sampai sana langsung ke Tiptop (tempat jualan komik bekas lima ribuan), trus cari2 komik gitu. Sayang koleksinya nggak terlalu banyak dan jarang bgt ada yang baru (mending Tiptop di Delta sebenernya). Biasanya di sana agak lama, nunggu bioskop buka jam setengah dua belas. Pas bioskop buka trus kita beli tiket nonton gitu, karena belinya awal jadi selalu dapet tempat duduk paling atas hohoho, nontonnya sih paling sering yang main jam duaan gitu, jadi masih ada waktu dua jam untuk jalan-jalan dan makan. Abis beli tiket, tempat selanjutnya adalah toko buku Gunung Agung (TGA) — sayang juga di GM nggak ada Gramedia. Liat-liat novel, komik, majalah, lamaaa bgt biasanya, soalnya cuit nggak bisa berkunjung sebentar aja ke toko buku hehehe. Kalo ada duit dan ada yang sreg ya beli, kalo nggak ya cuma window shopping aja. Setelah itu (atau kadang sebelum itu), kami makan dulu. Biasanya cuit udah sarapan dari kos, jadi cuit ya nemenin moni (nama cowoknya cuit – nama bekennya haha) makan (mie hongkong?wok?hokben? cari yang murah aja dan banyak). Semua itu kira-kira 45 menit sampai satu jam. Jadi masih sisa satu jam. Kalo lagi ada duit dan bawa laptop, biasanya kami mampir ke J.Co, makan donat+minum2, sambil menikmati WiFi gratis. Sebenernya cuit pengen nongkrong di kafe aja gitu (pencinta kopi) secara kafe di GM banyak (Gloria Jean, Excelso, Coffee Bean, Dante, sama Starbucks; ada juga Gelato Bar – es krim, yang sekarang punya WiFi), tapi sayang sejuta sayang, si moni hani itu nggak mau minum kopi L. Akhirnya J.Co-lah pilihan satu2nya hehe. Lumayan deh, donatnya enak, lemon tea-nya juga. Plus ada majalah2 yang bisa dibaca, sofanya juga empuk. Di sana sejam-sejam setengah, trus ke Ranch Market, beli pop corn yang pop up pake microwave itu, yang sepuluh ribuan hihi, barulah nonton filmnya, sampai jam empat- setengah lima.

Makan cumi crispy-nya mana nih? Kok judulnya gitu??

Sabar. Ini dia.

Setelah nonton kan biasanya laper lagi (dasar sapi), saatnya makan snack sore. Dulu sih di fodcourt yang baru (GM 2) ada Bu Rudy, kami biasanya beli tahu pong-nya, enak gt sih, dan pas buat snack. Tapi entah kenapa Bu Rudy nggak ada lagi (nggak laku kali ya), dan kami jadi bingung mau ngemil apa. Hari Minggu kemarin, setelah nonton Wall-E, nggak sengaja cuit lihat ada menu cumi crispy di Ikan Bakar Djimbaran, di foodcourt juga. Nah jadilah cuit pesen itu (20rb, mahal…), secara cuit juga udah lama ngidam pengen makan cumi (Ai Hilda yang jualan di kantin kampus, yang kadang masak cumi, entah kenapa juga selama cuit kesana dia nggak masak, dasar lagi sial L ). Cuminya enak juga, dan yang digoreng tu bagian tentakelnya yang panjang2 itu (cuit pikir yang kayak cincin2 gitu). Jadi pengen makan lagi hehe.

Masakan cumi paling enak yang pernah cuit makan tu cumi goreng tepung-nya Primarasa di jalan apa ya lupa (pokoknya jauuuuhhhh bgt dari kos). Waktu itu baru pulang dari….mana ya lupa, entah Pasuruan atau Mojokerto gitu – pelatihan anak SMA – dan sialnya tol ditutup!! Jadilah kita muter jauuuuhhhh bgt dan baru masuk kota jam enaman. Laper berat, dan Ce Aning sebagai pendamping (mungkin dengan berat hati) mengajak mampir di resto itu, si Primarasa. Entah siapa yang pesan cumi goreng tepung itu, yang pasti rasanya mantap!!! Ikan bakarnya juga sih, tapi cuit terpikat pada si cumi. Sampai sekarang belum ada tandingannya tu hehehe

 

Oke, sekian dulu ceritanya.

C U again, soon.  




Me in Words

Welcome to my blog. As you may or may not know, I have just started to write this blog around a year ago. I merely think that my writings are value-free, but do not hesitate to judge, though.
I am currently a PhD student in Taiwan. Studying chemical engineering, minor in environmental engineering. Love it :)

Leave a comment, or just send me an email at marlistya_citraningrum@yahoo.com

they visited me...

  • 7,413 hits
free counters

i’ve written about….posts

counting the days…

August 2008
M T W T F S S
    Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

what a wonderful world!!

grad day-cuit and nash

nash and liana

liana

bunch of flowers for liana, nash, and william

liana and cuit

full team :)

whose hand is this???

go cheers!!

ganpei :D

no taxi, waiting for bus :)

More Photos

Globe Tracker