July 12, 2009

Menikah Muda — in my own opinion

Jadi pengen menulis tentang menikah muda setelah membaca email-nya Mas Anwar di milis vanlith11th. Fenomena menikah muda di zaman sekarang sering diiringi dengan naiknya alis, seruan heran, atau kesangsian. Apa iya menikah muda adalah sesuatu yang aneh di masa sekarang?

Mari bicara secara sistematis. Pertama arti dari menikah itu sendiri. Generally speaking, menikah adalah penyatuan dua individu dalam satu ikatan yang akan melahirkan generasi-campuran. Menikah diawali dengan proses yang disebut dengan pernikahan [wedding], dimana secara hukum dan agama disahkan melalui prosedur tertentu. Oke. Sekarang definisi ‘muda’ dalam konteks menikah. Adakah satu patokan yang membatasi usia untuk menikah? Jelas sekali di sini, ‘muda’ adalah sesuatu yang relatif, karena bisa menghasilkan banyak angka jika dihubungkan dengan kematangan mental, psikologi, biologi, atau dalam masalah relasi horizontal dengan manusia lain.

Oke. Tidak ada angka mutlak untuk mendefinisikan muda, jadi sekarang saya akan mengatakan usia muda adalah usia di bawah 25 tahun. Kenapa? Karena saya cenderung menganggap kedewasaan dalam pola berpikir dan kematangan dalam melihat banyak persoalan berada dalam usia 25 tahun. Bahkan dalam usia saya yang beberapa bulan lagi 23 tahun, saya masih melihat diri saya belum bisa melewati masa transisi dari remaja, muda menjadi seseorang yang benar-benar mature. Jadi menikah muda adalah menikah saat usia pasangan tersebut di bawah 25 tahun.

Keep reading →

July 10, 2009

Cinta

Diharuskan menulis laporan teratur setiap minggu ternyata membuat saya sedikit kehilangan inspirasi. Belum lagi dengan fluktuasi kondisi hati yang tidak bisa diprediksi. Karena itu saya membuka YouTube, dan mencari The Corrs. Membuka WordPress, dan menulis ini. Apa yang ingin saya tuliskan?

Satu kata dengan kompleksitas [atau mungkin malah kesederhanaan] yang tak terhingga, cinta.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ada empat definisi cinta: cin·ta a 1 suka sekali; sayang benar: orang tuaku cukup – kpd kami semua; — kpd sesama makhluk; 2 kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan): sebenarnya dia tidak — kpd lelaki itu, tetapi hanya menginginkan hartanya; 3 ingin sekali; berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa — nya akan kemerdekaan; 4 kl susah hati (khawatir); risau: tiada terperikan lagi — nya ditinggalkan ayahnya itu.

Lihatlah betapa beda arti cinta nomor 1 -3 dengan nomor 4. Saya percaya banyak yang menghubungkan cinta dengan definisi kedua, dimana cinta digunakan untuk mewakili hubungan kualitatif antara pria dan wanita dalam konteks yang erat/intim. Saya tidak terlalu suka terjebak dengan definisi, karena menurut saya, sesuatu yang kualitatif jarang sekali bisa dijelaskan dengan kata, kalimat, atau gambar yang secara kuantitatif akan memasukkannya ke dalam kelas-kelas tertentu untuk memudahkan kita mencernanya dengan logika. Atau katakanlah, it is not defined beautifully.

Cinta tidak memiliki tingkatan dalam bahasa Indonesia. Seberapa kenal anda dengan istilah eros, philia, and agape? Dalam bahasa Yunani, ada tiga tingkatan berbeda untuk mewakili satu kata cinta [kadang disebutkan ada empat tingkat]. Philia, adalah cinta secara umum, yang dirasakan seseorang pada teman, keluarga, atau sesuatu seperti hobi. Eros digunakan untuk mendefinisikan cinta antara pria dan wanita, keinginan untuk mengenal lebih dalam pasangan, dan membawa cinta itu ke tingkat yang lebih dalam dibanding dengan philia. Kata eros sering dihubungkan dengan pengertian cinta secara seksual, meskipun tidak secara mutlak dikaitkan hanya dengan sesuatu yang bersifat sensual. Agape, seringkali dipakai untuk menunjukkan cinta yang murni, yang lebih dari sekedar cinta pada pertemanan, tidak berhubungan dengan ketertarikan secara fisik, namun jauh melebihi itu, agape mendapat kehormatan untuk mewakili kecintaan manusia pada Tuhan.

Ketika ditanya, lalu menurut Citra, apakah arti cinta? Mmm. Saya sungguh-sungguh tidak bisa menjawab pertanyaan seperti itu. Bermain analogi untuk mendefinisikan cinta lebih mudah, namun jika diharuskan menggunakan kata-kata saya sendiri untuk secara eksak menjelaskannya, saya memilih menggeleng. Terlalu banyak kontradiksi dan interupsi-interupsi yang akan muncul, yang kemudian akan membuat saya memilih beberapa boundary condition untuk definisi cinta saya, dan itu akan menyempitkan maknanya. Akan membuat kalimat saya diawali dengan jika dan hanya jika, padahal saya sungguh-sungguh menghargai cinta dan ingin membuatnya seindah mungkin. Tanpa perlu kata-kata.

Dari lubuk hati yang paling dalam, saya berterima kasih untuk seseorang yang memanggil saya ‘cinta’. Sebuah kehormatan tak terkira untuk disandingkan dengan kata yang selalu ingin saya definisikan dengan indah.

July 10, 2009

Aku dan Kopi

secangkir kopi panas yang sama. laptop yang sama. dan masih blog yang sama. tempat pelarian di kala gundah, yang tak juga berubah. ketika menulis adalah sebuah oase menyejukkan, atau terkadang menjadi laut garam yang justru membuat perih.

tidak perlu sebuah pengertian, simpati, atau tatap belas kasihan. karena esensi tulisan ini adalah sampah. untuk mengosongkan keranjang kecil dalam hati yang terlalu penuh dengan kemunafikan. dunia tidak akan pernah menjadi ramah, dan kita juga tidak seharusnya menjadi rapuh.

secangkir kopi dengan sedikit gula. lihatlah betapa aku menghindari kepahitan. aku lupa, bahwa hidup tidaklah semanis dark berry mocha frappuccino.

lalu ketika aku ingin bermain dengan analogi, kopi apakah aku ini? caffè latte, cappuccino, cafè mocha, frappuccino, liquor coffee, espresso, or just a simple dark coffee? hidupku serupa dengan frappuccino, tapi bagaimana dengan diriku? pertanyaan konyol yang lagi-lagi muncul seolah aku ini sedang mengalami krisis identitas.

kopi itu tinggal setengah cangkir. dan aku belum juga tenang.

lalu, pernahkah aku berusaha mengerti?

i’m not that merciful.

July 9, 2009

Coffee and Sucrose

Well, I do realize that I adore sucrose too much :) . I love anything sweet. I love Starbucks frappuccino because I do not have to put much sugar in it. My number one favourite, frappuccino espresso, is just a bit bitter than what I expect, so I really like it. The iced coffee versions are far less sweet, so I do not consider them pretty often. What surprised me so much is the dark mocha frappuccino [originally dark berry mocha frappuccino, the promo version]. It is less coffee, so I am not supposed to like it. But the reason why I put it as my second favourite is that, dark mocha frappuccino is REALLY sweet. I do not have to add more sucrose. And I love that chocochips. Perhaps Starbucks can reduce the mocha and add some shots of espresso?? That’ll be nice :) .

OMG, this week I’ve already gone to Starbucks twice.

July 7, 2009

ASPIRE 2009

This is the upcoming event I will attend in the next October.

aspire 2009

Can’t wait :)

July 6, 2009

::jogja::

duh bosen nungguin IC bekerja dengan semestinya. ribet bgt merubah mode-nya dari anion ke cation [sigh]. bete pula gara2 seseorang.

rencana pulang 21 juli. di rumah, dan berencana ktemu temen2 di jogja :D . duh kangen deh sama toga mas [teteeeeep]. masi inget dulu sering curi2 cabut ke jogja pas minggu [remember I went to a boarding school in Muntilan? read this], jalan2 ke malioboro [dulu amplaz blom ada hehehe], dan yang pasti ya ke toga mas. bookstore is always my favorite. sebelum jadi toga mas yang sekarang, dulu TM memakai gedung sebelahnya, kecil dan sempit [suibian lah, yang penting diskon :) ]. agak kaget juga pas ke jogja lagi [entah kapan, lupa], dan ktemu TM yg baru. mirota kampus, KFC – toko merah – togamas :D . arrgghhh miss joga so much….

liburan ini untung ada rencana ktemu temen2. skalian nemenin nash liburan :D . sepertinya menyenangkaaaannn…..meet  some new people, perhaps??? jogja, i’ll be there :D

July 6, 2009

Quote of the Day — July 6, 2009

The naked truth is always better than the best dressed lie

-Ann Landers